Archives
Soal :
Anda diminta untuk membuat JST untuk menirukan fungsi berikut:
Suatu fungsi dengan 5 masukan dan 3 keluran
- Tentukan berapa layer yang ada gunakan? Serta berapa neuron pada setiap layernya? Gambarkan interkoneksinya ?
- Tuliskan semua notasinya ?
- Berapa jumlah seluruh bobot yg akan diatur ?
- Tuliskan pers matematiknya?
Jawab :
3 Layer ; Layer Input = 5 Neuron, Layer Hidden = 3 Neuron, Layer Output = 3 Neuron
Gambar Interkoneksi multilayer dan Notasinya
Input :
P1=1, P2=0, P3=1, P4=0, P5=1
Bobot Hidden Layer :
W11, W12, W13, W14, W15 = 1
W21, W22, W23, W24, W25 = -1
W31, W32, W33, W34, W35 = -1
Bobot Output Layer :
V11, V12, V13 = 1
V21, V22, V23 = -1
V31, V32, V33 = -1
Persamaan Matematis dalam Excel :
Download Excel
Read More..
Tugas :
Buat program dengan menggunakan excel atau bhs pemrograman lainya untuk menirukan fungsi perseptron. Perlihatkan contoh pelatihan perseptron untuk mengenali fungsi logika and,or,exor and xnor
Langkah - Langkah:
Pertama - Inisialisasi Awal
Menentukan masukan x1dan x2 dalam tabel kebenaran.
Menentukan bobot w1 , w2 dengan interval antara [-0,5 -- 0,5]. misal : w1 (1) = 0,3 dan w2 (2) = 0,1
Menentukan Bias (b). Misal (b) = 0,2
Menentukan Kecepatan Pembelajaran ( n ) . Misal n = 0,1
Kedua - Menghitung Output
Output (a) = [(x1 . w1) + (x2 . w2)] - b
Menentukan Fungsi Hardlimit ( 0 / 1 ). a>=0 bernilai 1 ; a<0 bernilai 0
Menentukan Fungsi Sebenarnya secara logika sesuai gerbang yang digunakan dalam tabel kebenaran.
Ketiga - Menghitung error
Error (e) = Fungsi sebenarnya - fungsi hardlimit
Keempat - Mengupdate Bobot tiap Iterasi
Bobot Baru = Bobot Lama + Penambahan Bobot
Penambahan Bobot = n * xi * e . Dimana : n = kecepatan pembelajaran, x = input 1 atau 2, e = error
Kelima - Lakukan Iterasi Beberapa Kali untuk mencapai nilai yang mendekati target
Tugas Kuliah Kecerdasan Buatan
Semester Genap TA 2010/2011 Feb 2011-Juni 2011
Tugas Mandiri | |||
| No | Tgl Tugas | Tgl Selesai | Judul Tugas |
| 1 | 10 Pebruari 2011 | 17 Pebruari 2011 | Membuat pernyataan kesungguhan dalam belajar, jujur dan konsisten dalam bertindak serta membuat jadwal belajar dibuku tulis hardcover |
| 2 | 17-Feb-2011 | 24-Feb-2011 | Merangkum materi tentang kecerdasan buatan dari blog kelompok |
| 3 | 3-March-2011 | 10-March-2011 | Membuat multilayer perseptron, tuliskan notasi, hubungan antar koneksi dan menghitung forward dengan memberi nilai bobot, tentukan aktivasi fungsinya |
| 4 | Menurunkan fungsi sigmoid dan macam-macam fungsi aktifasi(minimal 3 macam) | ||
| 5 | Merangkum tahapan pembelajaran JST, dan bagaimana JST dapat belajar | ||
| 6 | Merangkum aplikasi-aplikasi JST | ||
| 7 | Merangkum konsep fuzzy logic | ||
| 8 | Merancang aplikasi fuzzy logic | ||
Tugas Kelompok | |||
| No | Tgl Tugas | Tgl Selesai | Judul Tugas |
| 1 | 17-Feb-2011 | 24-Feb-2011 | Membuat blog untuk setiap kelompok, dengan anggota max 5 orang, anggota dipilh sendiri, dengan nama blog untuk kelas b: ai-b-(nama kelompok) nama kelompok singkatan nama depan anggotanya dimulai dari ketua, sekretaris dan angota. nama blog untuk kelas A: ai-A-(nama kelompok). Blog berisi materi pertemuan pertama dan kedua, meliputi, konsep kecerdasan buatan, bidang-bidnag yang termasuk kecerdasan buatan dan aplikasi kecerdasan buatan, semua saduran harus dituliskan referensinya, buat pula anggota berserta tugasnya masing-masing |
| 2 | 24-Feb-2011 | 3-March-2011 | Buat program dengan menggunakan excel atau bhs pemrograman lainya untuk menirukan fungsi perseptron. Perlihatkan contoh pelatihan perseptron untuk mengenali fungsi logika and,or,exor and xnor |
| 3 | Buat program JST, untuk memprediksi suatu perkembanganTerdiri dari: -1. Diagram Alir Program -2. Masukan dan target yang ingin dicapai (berikut keterangnya) -3. Tahapan Pembelajaran (inisialisasi awal, learning rate, activation function, dll) -4. Program -5. Hasil Program -6. Kesimpulan | ||
| 4 | Buat program JST, untuk mengenali pola segitiga, segiempat dan lingkaran, terdiri dari: -1.Diagram alir program -2. Masukan dan target yang ingin dicapai (berikut keterangnya) -3. Tahapan Pembelajaran (inisialisasi awal, learning rate, activation function, dll) -4. Program -5. Hasil Program -6. Kesimpulan | ||
| 5 | Mencari dan membahas aplikasi JST yang ada didalam literatur or internet ( pengembangan JST yang akan anda buat) Meliputi: 1. Makalah aplikasi JST 2. Pembahsan Kelompok 3. Kesimpulan | ||
| 6 | Makalah Tentang Fuzzy Logic meliputi: 1. Konsep Dasar Fuzzy Logic 2. Blog Diagram Fuzzy Logic Control 3. Keterangan setiap Blok 4. Fuzzification 5. Membership Function 6. Rule base 7. Defuzzicication | ||
| 7 | Merancang fuzzy logic control untuk aplikasi khusus, buat dengan menggunakan matlab, Mulai dari: 1. Spesifikasi Sistem yang akan di rancang 2. masukan dan keluarannya 3. Proses Fuzzification 4. Membership Fungsinya 5. Rule base 6. Proses Defuzzification 7. Kesimpulan | ||
| 8 | Mencari dan membahas aplikasi Fuzzy Logic Control yang ada didalam literatur or internet Meliputi: 1. Makalah Aplikasi Fuzzy Logic Control 2. Pembahaan Kelompok 3. Kesimpulan | ||
1. Isikan air pada galon ukuran 3liter hingga penuh
2. Tuangkan air ke galon ukuran 4liter. Isi galon 3liter (kurang 1liter)
3. Isi kembali galon ukuran 3liter hingga penuh.
4. Tuangkan air ke galon ukuran 4liter untuk memenuhi kekurangan 1liter sebelumnya
5. Sisa air pada galon ukuran 3liter setelan dituangkan adalah " 2 Liter "
"Dapatkah Anda menunjukkan arah menuju Desa Anda??"
Apabila orang tersebut berasal dari Desa Kejujuran, dia pasti akan menunjuk ke arah Desa Kejujuran. Sedangkan apabila dia berasal dari Desa Kebohongan, dia akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan asal desanya, dia akan menunjuk desa Kejujuran.
Dengan demikian arah manapun yang ditunjuk oleh orang tersebut akan mengarah ke Desa Kejujuran
Suatu sistem pakar disusun oleh tiga modul utama (Staugaard, 1987), yaitu :
- Modul Penerimaan Pengetahuan Knowledge Acquisition Mode)
- ModulKonsultasi(ConsultationMode)
- Modul Penjelasan(Explanation Mode)
- Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
- Mesin Inferensi (Inference Engine)
- Basis Data (Database)
- Antarmuka Pemakai (User Interface)
2.Algoritma genetika
Algoritma Genetika adalah suatu algoritma pencarian yang meniru mekanisme dari genetika alam. Algoritma Genetika ini banyak dipakai pada aplikasi bisnis, teknik maupun pada bidang keilmuan.Algoritma ini dapat dipakai untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah optimal dari satu variabel atau multi variabel. Sebelum Algoritma ini dijalankan, masalah apa yang ingin dioptimalkan itu harus dinyatakan dalam fungsitujuan, yang dikenal dengan fungsi fitness. Jika nilai fitness semakin besar, maka sistem yang dihasilkan semakin baik. Operasi yang dilakukan adalah reproduksi, crossover, dan mutasi untuk mendapatkan sebuah solusi menurut nilai fitnessnya.
Selanjutnya konstruksi dasar dari Algoritma Genetika adalah sebagai berikut:
• Pendefinisian Chromosome
• Pendefinisian Fungsi Fitness
• Membangkitkan Sebuah Populasi Awal
• Reproduksi
• Crossover
• Mutasi
Contoh: Aplikasi Algoritma Genetika Untuk Merancang Fungsi Keanggotaan Pada Kendali Logika Fuzzy.
3.Logika Fuzzy
Logika Fuzzy ( logika samar ) merupakan logika yang berhadapan langsung dengan konsep kebenaran sebagian, dimana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat di ekspresikan dalam binary 0 atau 1. logika fuzzy memungkinkan nilai keanggotaan antara 0 dan 1. Karena alasan diatas maka pada penelitian ini akan dibuat perancangan perangkat lunak dan perangkat keras robot avoider dengan mengunakan aplikasi Fuzzy Logic sebagai kendali system.
Perlu diketahui bahwa Teori Himpunan Samar dan Logika Samar sangat berkembang pesat pada saat ini. Banyak sekali masalah-masalah nyata yang lebih tepat diselesaikan menggunakan Teori Himpunan Samar dan Logika Samar. Banyak sekali muncul teori-teori baru pada saat ini misalnya: Topologi Fuzzy, Analisa Fuzzy, Aljabar Fuzzy (Fuzzy Semi Group, Fuzzy Ring, Fuzzy Group, dan sebagainya.
Logika fuzzy telah lama dikenal dan digunakan dalam berbagai bidang oleh para ahli dan insinyur. Penggunaan logika fuzzy pada awalnya digunakan untuk beberapa bidang, seperti sistem diagnosa penyakit (dalam bidang kedokteran); pemodelan sistem pemasaran, riset operasi (dalam bidang ekonomi); kendali kualitas air, prediksi adanya gempa bumi, klasifikasi dan pencocokan pola (dalam bidang teknik). Penggunaan logika fuzzy dalam bidang sistem daya (power system) juga sudah dilakukan, antara lain dalam analisis kemungkinan, prediksi dan pengaturan beban, identifikasi gangguan pada generator dan penjadwalan pemeliharaan generator.
4. Jaringan Syaraf Tiruan
Sejarah
Saat ini bidang kecerdasan buatan dalam usahanya menirukan intelegensi manusia, belum mengadakan pendekatan dalam bentuk fisiknya melainkan dari sisi yang lain. Pertama-tama diadakan studi mengenai teori dasar mekanisme proses terjadinya intelegensi. Bidang ini disebut ‘Cognitive Science’. Dari teori dasar ini dibuatlah suatu model untuk disimulasikan pada komputer, dan dalam perkembangannya yang lebih lanjut dikenal berbagai sistem kecerdasan buatan yang salah satunya adalah jaringan saraf tiruan. Dibandingkan dengan bidang ilmu yang lain, jaringan saraf tiruan relatif masih baru. Sejumlah literatur menganggap bahwa konsep jaringan saraf tiruan bermula pada makalah Waffen McCulloch dan Walter Pitts pada tahun 1943. Dalam makalah tersebut mereka mencoba untuk memformulasikan model matematis sel-sel otak. Metode yang dikembangkan berdasarkan sistem saraf biologi ini, merupakan suatu langkah maju dalam industri komputer.
Definisi
Suatu jaringan saraf tiruan memproses sejumlah besar informasi secara paralel dan terdistribusi, hal ini terinspirasi oleh model kerja otak biologis. Beberapa definisi tentang jaringan saraf tiruan adalah sebagai berikut di bawah ini.
Hecht-Nielsend (1988) mendefinisikan sistem saraf buatan sebagai berikut:
"Suatu neural network (NN), adalah suatu struktur pemroses informasi yang terdistribusi dan bekerja secara paralel, yang terdiri atas elemen pemroses (yang memiliki memori lokal dan beroperasi dengan informasi lokal) yang diinterkoneksi bersama dengan alur sinyal searah yang disebut koneksi. Setiap elemen pemroses memiliki koneksi keluaran tunggal yang bercabang (fan out) ke sejumlah koneksi kolateral yang diinginkan (setiap koneksi membawa sinyal yang sama dari keluaran elemen pemroses tersebut). Keluaran dari elemen pemroses tersebut dapat merupakan sebarang jenis persamaan matematis yang diinginkan. Seluruh proses yang berlangsung pada setiap elemen pemroses harus benar-benar dilakukan secara lokal, yaitu keluaran hanya bergantung pada nilai masukan pada saat itu yang diperoleh melalui koneksi dan nilai yang tersimpan dalam memori lokal".
Menurut Haykin, S. (1994), Neural Networks: A Comprehensive Foundation, NY, Macmillan, mendefinisikan jaringan saraf sebagai berikut:
“Sebuah jaringan saraf adalah sebuah prosesor yang terdistribusi paralel dan mempuyai kecenderungan untuk menyimpan pengetahuan yang didapatkannya dari pengalaman dan membuatnya tetap tersedia untuk digunakan. Hal ini menyerupai kerja otak dalam dua hal yaitu: 1. Pengetahuan diperoleh oleh jaringan melalui suatu proses belajar. 2. Kekuatan hubungan antar sel saraf yang dikenal dengan bobot sinapsis digunakan untuk menyimpan pengetahuan.
Dan menurut Zurada, J.M. (1992), Introduction To Artificial Neural Systems, Boston: PWS Publishing Company, mendefinisikan sebagai berikut:
“Sistem saraf tiruan atau jaringan saraf tiruan adalah sistem selular fisik yang dapat memperoleh, menyimpan dan menggunakan pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman”.
DARPA Neural Network Study (1988, AFCEA International Press, p. 60) mendefinisikan jaringan syaraf buatan sebagai berikut :
Sebuah jaringan syaraf adalah sebuah sistem yang dibentuk dari sejumlah elemen pemroses sederhana yang bekerja secara paralel dimana fungsinya ditentukan oleh stuktur jaringan, kekuatan hubungan, dan pegolahan dilakukan pada komputasi elemen atau nodes.
5. Robotika
Robotika adalah salah satu wacana teknologi untuk menuju peradaban yang lebih maju. Kebanyakan orang selalu beranggapan bahwa robot adalah kemajuan teknologi yang mampu menggeser tingkah laku seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Dengan kemajuan yang pesat, maka kebutuhan akan SDM akan merosot tajam. Layaknya revolusi pada bangsa Eropa.
Sangat disayangkan selali bila titik ikon kemajuan teknologi tersebut tidak seiring dengan cepat nya pemahaman masyarakat pada umumnya yang selalu meng-analogikan robot adalah biang kerok hilangnya tenaga buruh untuk memacu pertumbuhan perekonomian.
Hal ini layaknya dua sisi perbedaan yang tidak akan bisa menyatu sama lain. Tapi bisa dicermati kembali, bila orang pelukis ternama akan tergusur karena kemampuan sebuah robot pelukis yang bisa membuat lukisan yang sama. Sebuah robot yang mampu untuk memahat patung yang hampir mirip pula. Seluruh ilustrasi tersebut memang sepintas robot bisa menguasai semua, tapi sangat disayangkan hasil kerja robot adalah tak lebih dari sebuah alat cetak dan seonggok besi aluminium dan komponen elektronika yang dirakit pada papan PCB. Sebuah lukisan dari Afandi tentunya akan bernilai ratusan juta beda ukuran dengan lukisan robot yang paling-paing laku di jual 10 ribuan di pinggir jalan.
Robot Bukanlah Pemegang Kekuasaan
Istilah robot yang dahulu kala berjulukan Robota, tak lain adalah kata lain dari seorang buruh. Lain halnya dengan seorang manusia yang diciptakan se-sempurna mungkin oleh sang Pencipta. Sampai kapanpun robot adalah pembantu manusia. Bila sang teknokrat menciptakan robot untuk menjadi penguasa dunia, semoga saja dia tidak berumur panjang. Namun robot adalah sarana untuk membangun peradaban yang lebh maju dan memberikan kemudahan bagi manusia sebagai penciptanya. Dengan hasil demikian maka seluruh kajian tentang robotika menjadi lebih memasyarakat diseluruh elemen masyarakat. Dan buakan menjadi momok yang harus ditakuti.
Robotika sebagai Ikon dan Kajian Ke-ilmuan
Robot adalah simbol dari kamajuan dari sebuah teknologi, karena didalam nya mencakup seluruh elemen keilmuan. Elektronika, Mekanika, Mekatronika, Kinematika, Dimamika, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi suatu alasan yang sangat tepat untuk mengash ilmu didalam nya. Ikon pendidikan akan menjadi semakin termasyur bila selalu mengutamakan teknologi didalam nya. Sebuah ikon ini sangat penting untuk membangun semangat kemajuan, karena hal ini akan menjadi sebuah patokan awal dari sebuah perjuangan untuk selalu dilanjutkan kepada generasi penerus.
Sumber:
http://ukyku.files.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Logika_fuzzy
http://www.scribd.com/doc/9675672/Algoritma-Genetika
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_saraf_tiruan
http://www.articlesbase.com/technology-articles/robotika-robotika-732648.html
Tugas Anggota :
Davina Olivia : Mencari Data
Rendi Agung Wijaya : Mengentry Data ke Blog

